Posted by: dee | August 7, 2008

Adieu…

Bagi sebagian orang,

Menulis adalah hobby,

Menulis adalah profesi,

Menulis adalah ekspresi diri,

Menulis adalah terapi diri,

Menulis bisa karena banyak hal.

Mengapa saya menulis?

Karena saya ingin menulis.

Apakah saya sudah tidak ingin menulis lagi?

……………..

Bagi sebagian orang,

Menulis bisa di buku,

Menulis bisa di selembar kertas,

Menulis bisa di komputer,

Menulis bisa di tembok,

Menulis bisa di blog,

Menulis bisa dilakukan di banyak tempat.

Apakah saya masih akan menulis di blog ini?

………………

Segala sesuatu ada waktunya

Saya tidak pernah merencanakan membuat blog semacam ini sebelumnya.

Dan ketika saya membuatnya pertama kali, saya juga tidak pernah merencanakan untuk menghentikannya.

Dulu, saya memutuskan untuk membuatnya.

dan…

Kini, saya memutuskan untuk tidak menulis lagi di blog ini.

Saya akan tetap menulis, tapi tidak di sini.

Untuk semua teman dan pesinggah yang sengaja mampir maupun sempat terdampar di blog ini, saya bingkiskan ucapan terima kasih dan jabat erat :)

Sekali lagi :

“Putuskan apa yang kau inginkan, dan berusahalah untuk menjadikannya kenyataan.

Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi”

(Joseph, When Tomorrow Comes – Peter O’Connor)

Thank you for the good times,

Dee


Posted by: dee | July 27, 2008

Kiss the Rain

Malam ini hujan menjumpai bumi.
Aroma tanah kering yang tersiram hujan menyeruak,
Aku mencium bau hangat.
Menatap air hujan yang berlomba menyirami tanah kering,
Ada kerinduan yang menyelip.

Aku tak pernah memikirkan kapan hujan akan hujan turun,
Malam ini, hujan turun tiba-tiba…
Aku pun tak pernah memikirkan kapan seseorang akan datang,
Seperti hujan malam ini, engkau pun datang tiba-tiba…
Datang dan memenuhi ruang hatiku.

Menciumi hujan turun,
mengingatkanku akan hujan ciuman cintamu.
Aku kehilangan kata-kata ku ketika mendengar hujan ungkapan hatimu.

Merasakan tetesan hujan turun,
Aku ingin meneteskan kebahagiaan dalam hidupmu.
Seperti hujan yang hanya memiliki air untuk bumi,
Aku hanya memiliki diriku untuk dirimu.

Sesederhana hujan turun malam ini,
Begitu sederhananya dirimu.
Seperti segelas air yang jernih, hatimu terbaca jelas untukku,
Hati yang penuh cinta dan sayang.

Suatu ketika engkau berkata,
“Aku tidak akan mengatakan, belahlah dadaku..
maka engkau akan tahu seberapa besar cintaku padamu”.
“Aku ingin mencintaimu dalam keadaan hidup. Hiduplah bersamaku seumur hidupmu,
maka kamu akan tahu bahwa aku mencintaimu seumur hidupku”.

Kalimat sederhana,
Tapi aku tak mampu berkata-kata lagi.
Hanya ada sentuhan luar biasa di hatiku.

Hujan malam ini sudah menuntaskan hasratnya membasahi bumi.
Rasa rindu yang menyelinap, menyisakan senyum dibibirku.
Hatiku berbisik sederhana, “Aku mencintaimu kekasihku”.

Posted by: dee | July 7, 2008

Jika Kau Percaya

Lagu ini untuk pertama kalinya aku dengar ketika rekan sekantor menyanyikan sewaktu karaoke bareng, dan aku menyukainya, entah itu karena nada lagunya, atau karena liriknya yang cukup mengena untukku yang baru memulai suatu hubungan LDR :-)
Terus terang, aku baru merasakan bagaimana menjalani hubungan LDR. Menginginkan waktu berjalan dengan cepat saat-saat menunggu perjumpaan, namun sebaliknya mengharapkan waktu berjalan dengan lambat, bahkan berhenti, bila saatnya tiba untuk kembali terpisahkan oleh jarak.

Tidak hanya menahan rasa rindu, namun terkadang menahan rasa cemburu mungkin. Meskipun aku bersyukur, kekasihku mempercayai aku dan mengerti aku memiliki banyak teman dan segudang acara ber-sosialita dengan berbagai kelompok pertemanan. Aku sadar sesadar sadarnya, kekasihku mempercayai aku, karena dia mencintai aku dan mengenal diriku. Aku juga sadar, terkadang, ada hal-hal yang tidak sengaja atau tanpa sadar kita lakukan, tapi dapat menimbulkan rasa cemburu atau tidak nyaman.

Kekasihku terkadang berkata, dia cemburu pada sahabat-sahabatku, bukan karena takut aku bermain api. Tapi dia cemburu, karena sahabat-sahabatku, mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk bertemu denganku, dibanding dia. Aku mengerti.
Read More…

Posted by: dee | July 2, 2008

Impian

Beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya, Sylvia mengirimkan surat padaku (pssst….aku seneng banget kalau dapet surat dari dia :-) ). Dia bercerita tentang impian-impian masa kecilnya. Salah satu dari impiannya adalah impian yang tidak sederhana, dengan alasan yang sangat sederhana :-D

Sylvia bermimpi menjadi seorang presiden sewaktu kecil. Dengan alasan, supaya dia bisa menyelamatkan seekor kuda yang dicambuk oleh pemiliknya, karena ketika itu, dia melihat kuda yang sedang dicambuk oleh pemiliknya, namun dia tidak berdaya menolong. Sehingga saat itu, Sylvia bercita-cita untuk menjadi seorang presiden, dimana hal pertama yang akan dia lakukan adalah : membuat peraturan yang melarang kuda menarik andong… :-D (hmm…sayang, hampir bisa dipastikan kalau sampai kamu menggantikan Sultan, Yogya akan bebas dari andong… :-D )

Aku mencoba mengingat kembali, apa impian masa kecilku. Hmmm, ternyata, aku itu kanak-kanak yang banyak mau-nya…hahaha. Sewaktu kecil, aku sangat ingin menjadi seorang guru atau pengajar, cita-cita kanak-kanak yang sangat umum. Entah mengapa, aku sangat suka sekali berbicara dan mengajarkan sesuatu, aku menyukai aktivitas seorang guru ketika mengajar maupun berinteraksi dengan muridnya. Aku bercita-cita mengajar di pedalaman, mengajar untuk anak-anak di desa. (Pssst….jujur, sampai saat ini, aku masih punya impian ini…pengen jadi dosen kali yaaa…hahaha)
Read More…

Posted by: dee | June 23, 2008

Today is a Gift

Tanggal 22 Juni 2008 pagi hari, aku memiliki kesempatan untuk “berkencan” dan ngobrol dengan kekasihku. Dan aku sempat berkata, “hidup itu memang tidak terduga….hari ini, satu tahun yang lalu, aku berada pada titik terendah dan hancur dalam hidupku, lelah karena semua effort yang dibangun dengan susah payah, hancur dalam sesaat”.
“Namun, hari ini di tanggal yang sama, aku merasa teramat sangat bahagia. Pagi yang begitu sempurna dan penuh”, lanjutku.
Meskipun kami terpisahkan oleh jarak, namun pagi itu menjadi sempurna, karena kami hampir tidak merasakan jarak di antara kami.

Tidak pernah terbayangkan, baik oleh Sylvia maupun aku, bahwa kami masing-masing akan kembali mau menjalani hubungan cinta dengan seseorang. Aku masih mengingat dengan jelas, ketika menghabiskan waktu di hari terakhir tahun 2007 dengan chatting bersama seorang sahabat, aku berkata agar tahun depan, mudah-mudahan dia menemukan pasangan yang tepat. Sahabatku menjawab bahwa dia tidak berani “make a wish” untuk hal yang satu itu, dan malah menawarkan diri untuk membantuku “make a wish” untuk hal tersebut…..hahaha.
Baik sahabatku maupun aku, masing-masing mungkin punya keinginan tersembunyi untuk menemukan pasangan, menemukan cinta, namun masa lalu yang akhirnya mengkondisikan kami berada pada suatu keadaan dan status yang sangat tidak mudah untuk memulai suatu hubungan dengan orang lain. Akhirnya, kami sepakat bahwa alasan kami tidak ingin memulai hubungan adalah karena….RIBET… hahaha.
Yah, hidupku cukup rumit dan ribet, dan aku tidak ingin membawa orang lain terbelit dalam kerumitan maupun keribetan itu.
Read More…

Posted by: dee | June 15, 2008

Komitmen vs Kebebasan

Berbicara masalah komitmen dan kebebasan, rasanya kita akan terlibat dalam diskusi panjang yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan kontradiksi.
Sampai sebelum sekitar 3.5 tahun yang lalu, bagiku, dalam hubungan percintaan, komitmen adalah hal yang utama. Tidak ada dalam kamusku memulai hubungan berpacaran dengan istilah “Yuk…coba-coba dulu, siapa tau cocok”. Mungkin karena itu, aku tidak pernah jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku akan jatuh cinta pada seseorang setelah dekat dan mengenal orang tersebut, sampai akhirnya aku yakin untuk menjalin hubungan percintaan. Dan rasanya, karena itu pula, aku menjadi orang yang “hancur” ketika mengalami pengkhianatan dan dengan susah payah mencoba bangkit dan belajar dari pengalaman pahitku.

Dua bulan yang lalu, ketika akhirnya aku mengakui kembali jatuh cinta pada seorang wanita, aku merasakan perasaan yang bercampuraduk dengan pemikiran yang membingungkan. Kepada sahabatku ketika aku menceritakan kebingungan ini, aku hanya berkata, “Kok ga gue banget sih?”
Ada dua hal mendasar yang membuat aku melontarkan kalimat itu.

Hal pertama, aku bukan orang yang bisa dengan cepat jatuh cinta, apalagi pada seseorang yang baru aku kenal dan bahkan belum pernah aku temui sama sekali. Mengapa sekarang aku jatuh cinta pada seseorang yang baru aku kenal, belum pernah aku temui, bahkan belum pernah aku dengar suaranya?
Hal kedua, ketika awal, kekasihku mengatakan, kalau dia tidak ingin komitmen, lebih baik bebas. What??? Tentunya hal ini sangat bertentangan dengan pemikiranku.
Dua hal ini,rasanya sudah cukup membuat aku terus berkata,”Kok ga gue banget sih?”
Read More…

Posted by: dee | June 8, 2008

L*** King

Hmm….beberapa kali aku mengalami dilema…(baru 2x sih…hehehe).
Ceritanya begini, aku menjalani hubungan LDR dan ini membuat aku sudah bolak-balik Jakarta-Kota Gudeg sebanyak 2 kali dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan ini.
Dan karena waktu yang tidak banyak, aku memilih untuk naik pesawat dibandingkan kereta api, meskipun aku sangat ingin mengenang kembali masa-masa dengan menggunakan kereta api sebagai transportasi ketika masih kuliah di kota Gudeg itu.

Dan 2 kali kunjunganku, aku menggunakan pesawat dengan maskapai penerbangan berlambang Singa.
Pada kedatangan pertama kali, saat keberangkatan, aku mengalami delay selama 1 jam. Meskipun, sedikit kesal, namun dikarenakan pengaruh semangat yang besar untuk perjumpaan pertama kali, aku menerima penundaan ini dengan lapang dada…(ck..ck..ck…bahasanya).
Lalu, pada saat kepulangan ke Jakarta setelah pertemuan pertama itu, aku kembali mengalami delay selama 1 jam. Dan untuk kali ini, aku merasa bersyukur, karena itu artinya, aku masih punya ekstra waktu selama 1 jam untuk bersama kekasihku….(huehehehe….maunya)
Read More…

Posted by: dee | June 6, 2008

I knew I loved You before I met You

Kami sudah saling mencintai bahkan sebelum kami bertemu.
Yah, itulah yang terjadi di antara Sylvia dan aku. Kami berjumpa dalam satu ruang di dunia maya. Aku dan keisenganku waktu itu.

Aku ingat,di bulan februari itu, aku berada pada titik nyaman dalam hidupku, setelah tahun-tahun dan bulan-bulan yang berat terlewati. Sakit hati karena cinta dan pengkhianatan sudah terlewati dan aku sudah sampai pada titik realesed, ikhlas atas semua yang terjadi.

Pada saat itu,kehidupanku diisi dengan semangat baru dalam pekerjaan, keriangan dalam pertemanan dan kenyamanan dalam komunitas sahabat-sahabat lesbianku. Tidak ada yang kurang rasanya dalam hidupku.

Bagaimana dengan Cinta?
Heh? Ada apa dengan cinta?
Hmmm…setelah semua keruwetan yang aku alami dalam kehidupan cinta, aku memutuskan untuk menutup kemungkinan menjalin cinta. Aku memutuskan untuk menutup hati bagi cinta.

Ya…ya, aku tau, cinta tidak dapat dicegah saat ia datang. Cinta bisa datang secara cepat dan tak terduga, namun juga bisa pergi secepat datangnya. Ini aku sadari, ketika perlahan-lahan, aku merasakan perasaan yang lebih pada seseorang seorang sahabatku bertanya, mengapa aku tidak mencoba menyatakan perasaanku pada orang itu. Aku hanya menjawab, aku tidak yakin..bahkan terhadap diriku sendiri.
Read More…

Posted by: dee | June 3, 2008

Happy B’Day Sweet…

My Dear Vi,

Hari ini tepat bertambah 1 tahun usiamu…Selamat Ulang Tahun sayang, kiranya kasih setia Tuhan senantiasa menyertaimu, dan Tuhan memberkatimu, seperti tahun-tahun yang sudah engkau lewati.

Aku berharap, kamu selalu bahagia sepanjang hidupmu. Dan alangkah beruntung dan terberkatinya aku, bila Tuhan mengijinkan aku mengenalmu.

Tidak hanya mengenalmu, namun mendapatkan cintamu.Tidak hanya mendapatkan cintamu, namun juga jatuh cinta padamu. Tidak hanya jatuh cinta padamu, namun juga memiliki kesempatan untuk membuatmu bahagia. Karena itu semua, lebih dari apapun.

Sayang, life is so unpredictable, seperti yang aku katakan padamu. Seperti yang selalu kita katakan, kita sama-sama tidak pernah menyangka akan saling jatuh cinta dan menjalani semua ini.Setiap kali aku mengingat hari ketika pertama kali berkenalan denganmu, aku selalu mensyukuri hari itu. Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan lebih bahagia. Dan itulah yang aku alami setelah memiliki kamu. Aku adalah orang yang sangat-sangat beruntung.

Read More…

Categories